Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(More...)
Tarian Inul
Posted in Kolom , trackbackMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 24 Maret 2003
Seorang ahli seni tari menyatakan bahwa tarian adalah wujud tiga dimensi dari musik. Zikir itu sendiri tentu terlalu luhur dan dalam untuk dikategorikan sebagai musik. Namun, ketika zikir itu dilantunkan dalam harmoni repetitif (pengulangan) oleh sang pezikir, ia pun dimusikkan.
Karenanya, dalam penafsiran yang paling elastis, bisa dimengerti bahwa Jalaluddin Rumi sampai berputar-putar menarikan jubahnya ketika ia sedang menapaki kekhusyukan berzikir.
Ketika itu zikir yang dimusikkan oleh suaranya juga digerakkan oleh seluruh tubuhnya secara total, sebelum totalitas itu terserap oleh kesadaran dan hati itu sendiri, dan hanya dapat dipersaksikan oleh aliran darah dan akhirnya rohnya sendiri.
Jika dilihat dari kacamata awam, ”tarian” Rumi itu mungkin adalah salah satu tarian paling ”tertutup”. Para penarinya berzikir. Mereka tidak peduli ditonton orang atau tidak, dan sibuk sendiri menampik ”kesadaran ditonton” yang mungkin menggamit batinnya kala menari, demi memuja Yang Mahaindah saja.
Walaupun lebih jarang ditampilkan, konon, gerak para pengikut tarekat aliran Maulawiah dari Jalaluddin Rumi di Turki ini juga dilakukan oleh para darwis perempuan. Mereka sudah tentu membentuk lingkaran sendiri, berjilbab, dan memutarkan tubuhnya dalam balutan kain yang rapat, hingga yang tampak bukan lekuk-lekuk tubuhnya, tetapi gelombang kain yang menari diterbangkan angin.
Gerak mereka berputar, dalam pola lantai lingkaran, sebagai simbol bentuk tidak berhingga. Kesadaran mereka pun berputar seperti spiral menukik ke atas, berusaha menggapai rasa kudus, bercinta dengan Yang Maha Tinggi.
Dalam pemahaman terbatas saya tentang tarian macam begini, sejak bulan lalu, saya pun terpapar fenomena penyanyi dangdut baru yang menggemparkan karena tarian bokongnya itu, Inul Daratista.
Melalui berbagai ragam media, Inul dihujani kutukan, tetapi juga ditopang simpati. Teman-teman saya yang masih studi di Australia pun sampai ikut ternganga. Dalam kontroversi yang keras itulah para pemirsa awam, termasuk saya, terpancing panas oleh rasa penasaran.
Namun, Lucunya, saya kebetulan menonton si Inul yang sedang tampak stres minal-minul karena salah satu presenternya bergamis, sehingga ia hanya memutar bokongnya sedikit saja. Kami pun langsung saling berseloroh, ”Nah lo, katanya protes, tapi kita termasuk penonton kecewa ya ….”
Setahu saya, ilmu seni pertunjukan biasanya mengharuskan sisi depan, terutama wajah, untuk menjadi fokus komunikan dengan penonton yang duduk di hadapannya. Inul lain. Ia dengan lugu memberontaki keharusan yang melembaga itu dengan memunggungi penonton dan berbicara dengan bokongnya.
Betul Inul selalu membungkus seluruh kakinya. Geraknya juga berputar. Yang diusungnya mungkin juga sebuah ide tentang cinta. Yang diajak bicara juga hati. Namun, jika para darwis ingin mengebor langit ilahiah dari hati, Inul mungkin ingin mengebor perut ”bumi”.
Ketika menonton gerak Inul, saya sendiri langsung ingat film lawas Barat, Dirty Dancing. Tarian dalam film itu punya alat peraga mirip Inul, hanya ditambah dengan gerakan bagian depan dari bokong, dan ditarikan sepasang lelaki perempuan.
Tarian itu tidak sengaja saya lihat di televisi ketika saya masih belia. Jujur saja, tarian itu merupakan salah satu pendidikan seks paling buruk yang saya alami. Kalau sekarang Anda dan saya bisa dengan santai melengos jika gerak si Inul muncul di televisi, bagaimana jika ratusan anak-anak kita memelototinya, meski pun tanpa sengaja?

Comments»
Lagi browsing tentang Tarian Rumi, dan bertemu dgn blog ini…
Tapi kenapa jadi ke arah tarian Inul yaa…
Oh yaaa, beberapa waktu yg lalu, di TPI menampilkan acara Tarian Rumi ini,… krn hanya sebentar menontonnya, jadinya di cari deh di google… Ternyata, sulit jg melakukannya… tapi tarian itu, buat saya… hhhmmm,… apa yaaa…. begitulah.