Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(More...)
Sibuk
Posted in Kolom , trackbackMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 07 Oktober 2002
Fatimah az-Zahra. Semua Muslim tahu bahwa ia adalah anak kesayangan Nabi Muhammad. Namun, tidak ada kisah masyhur tentang dirinya yang tidak berkaitan dengan penderitaan. Ia menyaksikan ayahnya dilempari kotoran unta. Ia menikah dan hidup dalam kemiskinan yang sangat. Setelah ayahnya meninggal, ia harus terlibat dalam sengketa hak atas tanah Fadaq yang kontroversial, sehingga tidak banyak orang Islam yang suka membicarakannya, kendati justru saat itulah tampaknya kali pertama tercatat seorang perempuan Arab tampil di muka umum untuk berdebat dan memperjuangkan haknya.
Sementara itu, sekarang keterbatasan ekonomi menjadi alasan yang paling wajar bagi penundaan perkawinan hingga krisis rumah tangga, Fatimah dan Ali biasa berpuasa bersama berhari-hari untuk menyisakan makanan bagi dua anaknya. Cerita Fatimah menggiling gandum hingga tangannya berdarah, tentu juga sudah terkenal. Pada saat-saat kritis seperti itu, konon, ayahnya kerap datang. Satu kali Sang Rasul membantu. Kali lain diberinya putrinya doa untuk diamalkan.
Padahal, ketika itu Muhammad sudah menjadi nabi. Mudah baginya untuk menyuruh pengikutnya menjadi pembantu Fatimah. Sahabatnya pun ada yang kaya raya. Mudah baginya untuk memengaruhi sahabatnya itu memberikan sedikit uang kepada putrinya. Fatimah dididik untuk menemukan harga diri yang sebenarnya, untuk hidup bukan dengan banyaknya dayang-dayang dan uang yang didapat dari meminta-minta, apalagi penyalahgunaan kekuasaan atau kroniisme, tetapi dari amal tertinggi yang mampu diupayakan dalam keterbatasannya.
Tentu juga tidak gampang menjadi istri seorang zahid seperti Ali, yang bersinar dalam peperangan membela agama dan bergetar merdu suaranya saban berdoa, tetapi meletakkan harta milik entah pada urutan terendah sebelah mana. Tidak ada kepastian finansial. Tidak ada juga kepastian sang suami akan pulang hidup-hidup atau tidak. Tetapi, itulah pasangan terbaik yang pernah ada, yang dalam bertengkar pun, hikmah kepatuhan yang didapat.
Banyak cara untuk meneladani Fatimah. Salah satunya adalah dengan menjadikan semua tugas domestik termasuk mencuci, menyeterika, belanja, dan memasak sebagai tugas eksklusif ibu rumah tangga. Sedemikian eksklusifnya tugas itu, hingga bantuan dari pasangan atau pembantu dianggap mengurangi nilai spiritual. Daripada merekrut pembantu, beberapa kelompok yang amat formalistik bahkan memilih mencarikan istri kedua bagi suaminya yang berguna juga untuk meringankan beban kerja domestiknya.
Untuk menghindari kontekstualisasi secara tidak proporsional, kini saya sendiri lebih cenderung kepada pendekatan esensial. Seorang Islam itu mestilah sibuknya minta ampun, humor Muhammad Zuhri. Mengapa? Karena Islam bukan agama yang berorientasi kepemilikan, tetapi amal. Dalam konteks ini, sibuknya Fatimah mestilah luar biasa; dari menggiling gandum sampai memasak makanan, melahirkan, menyusui dan mengurus anak-anaknya tanpa mesin cuci, penanak nasi otomatis, dan semacamnya. Tetapi, selain itu, ia pun sibuk melatih hatinya untuk ikhlas memerdekakan budak, merelakan kalung yang merupakan harta satu-satunya diambil seorang fakir, sampai menundukkan egonya ketika bertengkar dengan suaminya. Ia sibuk berperang melawan dirinya sendiri. Ia sibuk berzikir.
Uniknya, para pejalan spiritual banyak yang mempersaksikan bahwa nikmat berzikir itu sesungguhnya seperti nikmat pulang ke rumah yang ternyaman dan terindah. Jadi, kesibukan itu juga bernilai istirah sekaligus. Anda mau mencobanya? ***

Comments»
Subhanallah…Fatimah saya kagumi dengan cerita-cerita bgmn ia hidup dalam keikhlasan. sekarang pun saya masih dalam tahap paling rendah utk bisa ikhlas sebagai istri dan ummi yg sibuknya sangat luar biasa. oya amalan Kekasih umat islam Rasulullah SAW juga patut diamalkan…
bgmn dengan ibu-2 skrg, sibuk berkarir, yg hingga pemeliharaan anak-2nya pun diserahkan pada org lain (baby sitter)?
semoga menjadi cermin ya…
subhanallah..
merundukkan egonya ketika bertengkar dengan suami..
teladan fatimah ini wajib di aplikasikan..
thanx postingan ini MRA…