jump to navigation

Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!

Mencari Senyum Tuhan
Catatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah


Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)

Anak-Anak Cemerlang Itu Wed, 20 Aug 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 2 comments
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, Senin, 25 Agustus 2003

Anak-anak muda itu. Ketika terlihat langkah mereka di televisi yang tegap dan rapi mengawal Bendera Pusaka untuk dikibarkan, tiba-tiba saya diharu-biru oleh rasa terharu. Wajah mereka tampan dan cantik bukan karena polesan bedak dan gincu yang berlebihan, tetapi karena sinar kepintaran dan keyakinan diri.

(more…)

Popularity: 10% [?]

Kisah Gadis Kecil Tak Beralas Kaki Sun, 3 Aug 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 1 comment so far
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (23 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 28 Januari 2002

Perempuan muda itu ramping, rambutnya terkepang menjuntai seadanya, dengan rok batik tak berlengan, dan duduk di pojok kereta berkursi tunggal. Ia sedang berbadan dua, dan di pangkuannya duduk seorang anak balita tak beralas kaki asyik memainkan dot di mulutnya. Selang beberapa kursi darinya, duduk seorang anak perempuan usia sekolah dasar, dengan seorang anak kecil pula di pangkuannya, tidak beralas kaki. Sementara itu, beberapa meter di depannya, bermain tiga anak lelaki-perempuan usia hampir sebaya, juga tanpa alas kaki.

(more…)

Popularity: 24% [?]

Membalas Surat Seorang Janda Sun, 20 Jul 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 1 comment so far
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (31 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 7 April 2003

Suatu kali, saya menemukan sepucuk surat baru di internet. Penulisnya seorang perempuan muda dengan empat orang anak. Seperti surat-surat lainnya, ia mengajak saya berkenalan. Dikemukakannya bahwa ia ingin berbagi. Ia harus membesarkan keempat anaknya itu sendirian, dan ia butuh kawan.

(more…)

Popularity: 23% [?]

Malam Itu Purnama Tue, 1 Jul 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 1 comment so far
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (44 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 29 April 2002

Malam itu purnama. Seorang ibu kedatangan anak perempuannya yang baru pulang dari perantauan yang jauh. Ibu itu ingat bahwa ketika akan melepas anaknya pergi, ia khawatir bukan buatan sampai keluar semua pesan: jangan pernah sendirian, nanti kesepian. Jangan pernah pergi dengan orang asing, nanti ditipu. Jangan pernah keluar malam, nanti dirampok. Jangan pernah minum suguhan dari orang yang baru dikenal, nanti dibius.

(more…)

Popularity: 28% [?]

Perempuan? Fri, 6 Jun 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , add a comment
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (46 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 17 Maret 2003

Mungkin saya termasuk orang yang paling setuju sekaligus tercengang membaca buku karya Danielle Crittendend. Buku itu adalah salah satu buku yang telah diterjemahkan secara bagus dan diterbitkan oleh Mizan dengan judul: Perempuan Salah Langkah? Oleh sebuah pusat studi mahasiswa Benih di Universitas Sebelas Maret Surakarta, buku itu lantas dijadikan bahan diskusi dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret lalu.

(more…)

Popularity: 76% [?]

Ketika Matanya Berkaca-kaca Thu, 15 May 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 1 comment so far
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (47 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 06 Mei 2002

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam dan sudut-sudut gedung itu telah lengang dari langkah manusia, kecuali beberapa mahasiswa yang berkutat dengan tugas susulan di beberapa unit komputer. Gadis berhidung mancung bermata bulat itu memegang setumpuk materi perkuliahan yang di-print dari internet, untuk dibaca. Ketika ia melihat saya bergegas, matanya yang selalu berkaca-kaca bersinar, dan dengan serta-merta, mengajak saya untuk menemaninya. Sebetulnya rumahnya bisa dicapai dengan jalan kaki lima belas menit. Sebetulnya saat itu baru awal perkuliahan. Di laboratorium komputer 24 jam itu, jika ia tertangkap basah tertidur dan bukannya bekerja, maka petugas keamanan pasti akan menghardiknya dengan serta-merta. Tetapi, ia tidak mau pulang.

(more…)

Popularity: 64% [?]

Demi Waktu Sun, 4 May 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , add a comment
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (37 votes, average: 5 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 02 Desember 2002

Sudah seberapa dalamkah Anda membaca ayat-ayat yang tertulis pada lembar-lembar Alquran, tersurat melalui kehadiran alam semesta, maupun tersirat di balik kenyataan diri? Sepuluh hari terakhir menjelang Idul Fitri, sudahkah Anda menemukan bahwa tasbih agung semua ciptaan-Nya ternyata juga menggema di kedalaman hati Anda.

(more…)

Popularity: 87% [?]

Ketulusan Sun, 6 Apr 2008

Posted by Pojok Kanayakan in : Kolom , 3 comments
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (36 votes, average: 4.92 out of 5)

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 22 April 2002

Ketulusan sering diibaratkan sebagai kertas putih. Kirana Nina pernah mengungkapkan mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja, tanpa pretensi atau kepentingan apa pun untuk melakukan sesuatu. Ia seperti mata air yang mengalir dari kedalaman hati dengan sendirinya. Ia bening adanya.

(more…)

Popularity: 63% [?]