Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)
Biografi Sun, 29 Jan 2006
Posted by Pojok Kanayakan in : KolomMiranda Risang Ayu
Miranda adalah seorang staf pengajar di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Menamatkan pendidikan jenjang S1 dari Fakultas Hukum, Unpad dan S2 dari Faculty of Law, University of Technology Sydney (UTS), Australia. Insya Allah, gelar PhD akan juga diraihnya pada tahun 2008 ini dari UTS dengan spesialisasinya di bidang Hukum Hak Kekayaan Intelektual.
Miranda aktif menulis kolom di berbagai media, seperti majalah Ummat, Suara Hidayatullah, Panji Masyarakat, Paras, serta harian umum Bandung Pos, Hikmah, Pikiran Rakyat, dan Republika. Buku-buku kumpulan kolomnya yang telah diterbitkan: Cahaya Rumah Kita (1997), Permata Rumah Kita (2002), dan Purnama Hati (2003). Buku terbarunya, Mencari Senyum Tuhan, terbit tahun 2008 dan sudah beredar di toko-toko buku.
Miranda juga dikenal sebagai seorang koreografer yang dua karyanya, Istighfar dan Tasbih, sempat menjadi pembicaraan karena idenya untuk menjadikan keindahan gerak kain sebagai alternatif keindahan gerak tubuh.
*****
Biography
Miranda Risang Ayu is a lecturer at Law Faculty, Padjadjaran University (UNPAD), Bandung, where she got her bachelor degree. She then got her master degree in the same field from University of Techology Sydney (UTS), Australia. She is soon to get her PhD degree in Intelectual Property Rights from UTS.
She is an active columnist in several magazines and newspapers: Ummat, Suara Hidayatullah, Panji Masyarakat, Paras, Bandung Pos, Hikmah, Pikiran Rakyat, and Republika. Compilations of her columns have been published in three books: Cahaya Rumah Kita (1997), Permata Rumah Kita (2002), and Purnama Hati (2003). Her newest book, Mencari Senyum Tuhan, has been published in 2008 and can now be found in bookstores.
Miranda is also known as a choreographer whose two creations Istighfar and Tasbih have been widely known and discussed as they were created based on the idea to use aesthetic movements of the dress to replace the aesthetic movements of the body.
(Dirangkum dari berbagai sumber/summarised from various sources).
Popularity: 17% [?]

(23 votes, average: 4.74 out of 5)
Comments»
Saya sedang melakukan riset literer tentang Miranda, terutama tentang pemikiran beliau atas pendidikan anak dalam keluarga.
Mohon bantuan untuk email beliau, untuk wawancara dan korespondensi.
Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih.
salam hormat
Lailaturosida[at]yahoo.co.id
Assalamu’alaikum
Saya sedang mempelajari feminisme. Saya tertarik untuk mengetahui pendapat MRA tentang ide tersebut dan kontribusinya terhadap perempuan. Terima kasih
Wassalamu’alaikum
finally i found u, Miranda..
otobiografi mu di “Mencari Islam” amat inspiring
beda banget ama yang lain
semoga ada satu Miranda buat gw
Belum pernah saya saya mempunyai idola hingga saya mengenal mbak Miranda melalui tulisan2nya. So, bertemu langsung dengan mbak Miranda adalah salah satu impian saya.. :} Semoga Allah mengabulkan permintaan kecil ini…
Teteh Miranda, kumaha damang. Salam buat keluarga.
Dharono
Bandung
Assalamualaikum wr wb
Saya mengagumi tulisan-tulisan mbak sejak lama …bagai tetes-tetes embun penyejuk hati. Saya membaca buku Cahaya Rumah Kita ketika masih berusia 24 tahun-tahun 1999, ketika itu saya tengah menempuh magister. Baru sekarang saya menemukan kolom-kolom mbak di web ini. Sayapun akhirnya dengan izin Allah SWT, menjadi dosen-sama seperti mbak-di Universitas Jember. Tetap berkarya ya mbak…semoga Allah SWT berkenan mempertemukan kita, amin
Assalamualaikum wr. wb.
Terimakasih Mba Miranda, Mba adalah guru jarak jauh saya. Buku2 dan tulisan Mba membantu saya mengenal diri. Membaca tulisan Mba, saya merasa sedang bercermin… Boleh ya menjadi murid Mba, suatu saat jika saya sudah siap? Ditunggu karya barunya…
makasih atas tulisan2 mbak..
mencerahkan hatiku..
kebetulan aku jga dosen hukum..
tapi penempatanku di D3 poltek..jadi ngajar MKDU
waktu kehilangan spirit mengajar… aku dikasih tau teman pojok kanayakan ini… (makasih buat temanku.. terutama buat mbak,,)
salam buat keluarganya
sari
Mbak Miranda yg baik,
saya mau kirim kliping berita tentang paten batik
dan minta komentar on poin-poin penting paten batik itu?
apakah mbak punya dokumen paten batik dari malaysia?
salam dan terima kasih,
dj
mau pake lagu pojok kanayakan?
Salam kenal Mbak Miranda,
actually saya sebenarnya ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang hak paten batik? hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam paten batik itu?
Jika boleh saya ingin membagi kliping koran mengenai berita paten batik yang tengah berkembang di Pekalongan.
Salam dan terima kasih,
djudjur T.susila
Thx banget atas buku2nya!! Krn buku2 mbak lah yg sy bisa seperti sekarang ini…. *(makasih)*
senang bisa terhubung kembali..Mir, apa kabar? di kepalaku langsung terserak serpihan2 kenangan masa lalu dengan teman sebelah rumah yang ‘nggak biasa’
well, mbak Miranda, jadi ingat kalau kenal sosok ini juga lewat buku Mencari Islam tahun 86 itu. bersama Hamid Basyaib, nong Darul Mahmada, dan lain lain …
Ya, Pojok Kanayakan…. syair yang saya kenal di awal tahun 90-an, ketika Mukti manggung di CCF, Bandung (saya tidak ingat waktu tepatnya). Hingga kini saya masih sering menyanyikannya sendiri, di pojokan kamar….
Mbak Miranda…sebaiknya saya harus sering membaca buku-2 mbak:))
Seneng mbak, bisa di-add di FS…ajarin sy nulis deh:))
Assalamu alaikum wrwb… Bu Mir msh ingat dg saya, yang dibimbing skripsinya akhir 2002 dan sepanjang th 2003 ttg pengetahuan tradisional. Skrg aku melanjutkan di notariat ui…. 2hr yg lalu aku berada di suatu toko buku di kawasan ‘kramat senen’… tiba-tiba kulihat “indikasi geografi” karya Bu Mir… Di balik itu semua kumendapatkan makna lain dari judul itu. Semoga ibu mau membimbing kembali dg menafsirkan dan mengkonstruksikan untuk membantu aku dalam proses penginsyafan diri dari judul tersebut… proses kembali kepada-Nya…Yaa Allah Yaa Rabbul Alamin….bila berkenan emailku di j.feton[at]gmail.com
Assalamu’alaikum wr wb
Katanya kemungkinan laki-laki. Saya ingin memakai nama majma mahatma arwi, mungkin mbak ada saran. Mohon sekali ya mbak… Saya ingin anak saya jadi “ksatria yang peduli sesama”
Bersama hangat pagi di lawang malang smoga juga hangat slalu kehadiran mbak miranda di tengah keluarga. Mbak mohon berkenan memberi saran untuk nama calon anak saya (insya’Allah) lahir september 2007 smoga lancar
Makasih sebelumnya ya mbak Miranda (mungkin sobat-sobat di komunitas ini juga ada saran?? email aja ke arwi_yudhi[at]urplan.its.ac.id)
hormat saya,
drg. Rohati Ningrum dan Arwi yudhi Koswara, St
Assalamu’alaikum…
untuk kesedianya memforward ke mbak Mir. Btw jadi malu majma itu ternyata artinya cantik ya? kemarin sama istri lihat2 daftar anak muslim hehe akhirnya ada keinginan untuk memasukan nama majma najm kalo nanti anak pertama kami lahir. btw tetep ditunggu saran dari mbak Mir.
Allah Maha Baik maka PASTI BAIK PULA SELURUH KEHENDAKNYA…
Terima kasih buat mbak ukhti/mas akhi
NB: Salam dari sobat2 yang tinggal di porong: HAMPIR TAK ADA ANGIN SEJUK DI SINI KECUALI SETELAH WUDLU…
ARWI RIDHO
ass.w.w.
ingin wawancara dengan Mbak Miranda, untuk bahasan tentang ‘perempuan dan manusia’ , dapatkah mengetahui alamat dan telponnya? terimakasih
wass.w.w
miranda risang ayu…aq sering baca tulisanmu di majalah perempuan muslim..excellent! lewat si penakayu finally i found u
menjadi sumber inspirasi
terus berkarya ya teh……..
salam
Mbak Miranda… Udah pulang ke Bandung ya. Waaaah….seneng banget bisa nulis buku lagi dong….
saya tunggu ya….
assalamu’alaikum..
mbak mir seseorang yang mengingatkanku untuk bertahan memiliki niat baik..
sungguh “saat-saat surgawi” ketika membaca dg hati tulisan mbak..
kini saat-saat surgawi itu juga hadir di keluarga kami..
kami sedang menunggu kelahiran anak pertama kami
oiya saran nama untuk si baby dong mbak mir? kemungkinan cowok jadi nggak bisa “majma” hehe kami sangat mengharapkan saran dari mbak mir. (penginnya nanti si bocah jadi pejuang yang peduli sesama & juga dermawan)
wassalam…
arwi ningrum
Subhanallah saya sangat salut dan menyukai tulisan-tulisan ibu Miranda begitu menyentuh, penuh pesan sosial tanpa menggurui, membumi, inspirasional dan bernafas religius. Tulisan-tulisannya sanggup membuat saya menitikkan air mata.. Saya sangat ingin dapat berkomunikasi dengan beliau meskipun dengan email. Tolong bantuannya -seperti mbak Laila- alamat email beliau.terimakasih
Subhanallah,,,
akhirnya, saya bisa membaca artikel2nya mba Miranda Risang ayu yg lain setelah Cahaya Rumah Kita… Terimakasih mba, tulisan mba inspiring bgt… Aku baca saat awal kuliah, dan sgt menyentuh sekali…
Ass..
Mbak ajarin aq bagaimana menulis yang baik. Mb Ifa Avianti menyarankanku untuk banyak membaca tulisan mbak. Salam kenal dari Bengkulu
Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah ngeliat mbak. Saya buntutin. Mbak naik angkot, saya naik angkot yang sama juga. Waktu itu saya senang bisa satu angkutan dengan Mbak. Tadinya saya mau negur, tapi kok grogi ya… sial saya fikir. Sampai saya turun dari angkot (nggak ikutin sampe mbak turun), saya nggak negur mbak. Saya terlalu bingung. Biar manusiawi, kalau inget itu saya ketawa juga.
Mbak udah pernah kasih saya inspirasi, kasih pemantik karenanya saya doakan mbak dan keluarga senantiasa bahagia. Sehat walafiat luar biasa.
Terimakasih untuk membuat saya lebih mengerti wanita.
Assalamu’alaikum Mb.
Slm kenal Mb… Kedpn mungkin sy pgn bnyk nimba ilmux
pengatahuan itu mesteri atau bukan mbak?
Salam mbak Mir,
Jauh menit dari detik sekarang, saya sudah mengenal mbak, namun mbak belum mengetahui siapa saya. Dan saya cukup merasa bahagia bisa menjadi salah satu rantai yang membuat mbak berkenan melakukan pentas di salah satu gedung di bandung beberrapa tahun lalu. Saya mengagumi mbak.
indhra
assalaamu ‘alaykum mb mir…(begitu ya dipanggilnya)
sy sangat senang sekali dengan tulisan2nya, selalu menunggu lho..buku2 terbaru dari mb miranda..
isinya subhanallaah..dalem..menyentil pojok hati..adem
buku cahaya rumah kita sampai lecek, karena sering sy bawa kemana2..
berbagi terus untuk kebaikan dan semakin mengenal sang Khalik..:)
dari bdg ke patangpuluhan. saat itu di st. tugu.
90an. seorang gadis cantik, celana jean, rambut panjang.
dalam pencarian.
akh… masa itu!!!
bdg-jogja-pati-bdg-jkt-barzah.
Mbak Mir, Ini Wise… semoga masih inget ya…. Itu Sadra Majma dan Tey?? koq gak ada cerita lagi tentang mereka???