<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Pojok Kanayakan</title>
	<atom:link href="http://pojok-kanayakan.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojok-kanayakan.net</link>
	<description>A collection of articles, essays, poem, and others written by Miranda Risang Ayu</description>
	<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:05:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kambing</title>
		<link>http://pojok-kanayakan.net/kambing/</link>
		<comments>http://pojok-kanayakan.net/kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 10:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pojok Kanayakan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojok-kanayakan.net/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 25 Februari 2002
Seorang teman pernah bercerita kepada saya tentang cara orang tuanya mendidiknya menyambut Idul Adha. Seperti halnya anak-anak masyarakat adat Lampung yang cukup berada, teman saya itu diamanatkan orang tuanya untuk memelihara calon kambing korban itu sebagai miliknya sendiri. Hangatnya kebanggaan yang polos dari seorang anak yang tiba-tiba menemukan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://pojok-kanayakan.net/kambing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersendiri</title>
		<link>http://pojok-kanayakan.net/bersendiri/</link>
		<comments>http://pojok-kanayakan.net/bersendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2006 05:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pojok Kanayakan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojok-kanayakan.net/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 14 Januari 2002
Suatu malam, dalam dialog imajinernya, seorang murid menyatakan kepada gurunya bahwa ia baru saja sampai pada titik esensial femininitasnya. Titik itu didapatnya setelah serangkaian dialog yang dilakukannya, dengan pepohonan, jalanan, dan akhirnya dinding-dinding di dalam hatinya sendiri. Bukan, ia bukan tidak punya kawan. Ia sebetulnya memiliki banyak teman [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://pojok-kanayakan.net/bersendiri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Malam</title>
		<link>http://pojok-kanayakan.net/doa-malam/</link>
		<comments>http://pojok-kanayakan.net/doa-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2006 22:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pojok Kanayakan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojok-kanayakan.net/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Miranda Risang Ayu
Malam-malam begini
semua akan segera tidur tetapi jagakan aku, Tuhanku
Jagakan aku.
Karena malam-malam begini
adalah kenyataanku

Jika matahari telah terbit dan anak-anak telah bangun
wajah-wajah merekapun
harus menjadi fajar
biar hanya dengan sekerat singkong dan air bersih
Maka, tubuhku haruslah singkong bagi mereka
air mataku harus juga mata air
untuk dahaga mereka
Malam-malam begini
semua akan segera berselimut tetapi telanjangkan hatiku, Tuhanku
Telanjangkan hatiku
Biar polos aku [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://pojok-kanayakan.net/doa-malam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
