Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)
Doa Malam
Posted in Puisi , trackbackMiranda Risang Ayu
Malam-malam begini
semua akan segera tidur tetapi jagakan aku, Tuhanku
Jagakan aku.
Karena malam-malam begini
adalah kenyataanku
Jika matahari telah terbit dan anak-anak telah bangun
wajah-wajah merekapun
harus menjadi fajar
biar hanya dengan sekerat singkong dan air bersih
Maka, tubuhku haruslah singkong bagi mereka
air mataku harus juga mata air
untuk dahaga mereka
Malam-malam begini
semua akan segera berselimut tetapi telanjangkan hatiku, Tuhanku
Telanjangkan hatiku
Biar polos aku dari luka-luka
Dari prasangka buruk
Dari sepi.
Bersama-Mu
aku ingin menjadi angin malam
yang menyapa makam-makam
tempat tulang-belulang lelaki bersaksi
tentang sebuah harapan hidup yang dihancurkan
Bersama-Mu
aku ingin menjadi embun
yang diam-diam mendinginkan perih
perempuan-perempuan yang ditinggalkan
oleh bapak, suami dan saudara lelaki
yang harus membayar harga semangatnya dengan
peluru yang bersarang
Bersama-Mu
aku ingin menjadi bumi
yang hangant memeluk dan membesarkan
anak-anak yang tidak berbapak lagi
Tolong aku untuk menyatakan kepada anak-anak ini
bahwa senapan itu
bukan untuk melukai orang
Tetapi senapan itu
adalah kesetiaan dan kesucian
sayap-sayap merpati
Bersama-Mu
aku ingin terbang
ke tanah harapan
tempat parang-parang digantungkan
dan cukuplah pengertian
sebagai alasan kehidupan dan kematian
Malam-malam begini, Tuhanku,
Gelap dan sepi menghadirkan-Mu.
Tolong hancurkan kemarahanku, Tuhanku
Hancurkan aku
Karena hanya tanpaku dan hanya dengan-Mu
senyum dan uluran tanganku
tidak menyatakan cinta
dengan badik dan peluru.
** Catatan:
Puisi ini dikutip dari harian Republika yang meliput sebuah pentas kesenian untuk para korban pelanggaran HAM di Aceh (dengan penyempurnaan dari sumber asli), yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Bandung, Agustus 1998.-

Comments»
Dalam banget
*nunggu tulisan baru*
=)
Romance banget