Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)
Doa Malam
Posted in Puisi , 3 commentsMiranda Risang Ayu
Malam-malam begini
semua akan segera tidur tetapi jagakan aku, Tuhanku
Jagakan aku.
Karena malam-malam begini
adalah kenyataanku
(more…)
Di Keriuhan Air
Posted in Puisi , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Pikiran Rakyat, Kamis 17 April 2003
Sebentar aku tetirah di
keriuhan air yang mengalir
dari lubuknya.
Sebentar aku berbincang dengan
deru sungai yang semula kukira
hanya kesenyapan
setelah kupaksa dia
untuk menggambarkan
impianku tentang diri.
(more…)
Doa Sunyi
Posted in Puisi , 3 commentsMiranda Risang Ayu
Sumber: Situs Pengajian Akhwat KPII, Sydney
Dan kumasuki malam, ya Tuhan
Ketika siang hari aku harus mulai berjalan
berjubah celaan orang-orang
dan siang hari aku harus mulai terlelap
berselimut sisa-sisa air mata
Cobark Hills
Posted in Puisi , 1 comment so far Miranda Risang Ayu
Pikiran Rakyat, Kamis 17 April 2003
Tuhan
aku di sini
berhenti bertanya
berhenti bercerita
berhenti juga
mendengarkan
suara-suara yang bergema
di kedalaman
Doa Perempuan
Posted in Puisi , 4 commentsMiranda Risang Ayu
Allah
Yang Maha Kasih dan Maha Sayang
tolong dengar kata-kataku.
Masih bolehkah kusapa Engkau seperti dulu:
Kekasih?
aku ingat
Kauhadir bersama langit dan bumi,
bersama air, angin, tetumbuhan dan kupu-kupu
dan di hadapan sekuntum bunga yang baru mekar
Kita tersenyum
hingga lenyap bumi lenyap semu
dalam wewangian.
aku ingat
Kauhadir bersama pekat malam
tanpa bulan tanpa perapian tanpa peraduan
dan aku lelap dalam sujud-Mu yang panjang
hingga hadir peri-peri kecil mengetuk pintu mengucapkan salam.
Australia, 2002
Posted in Puisi , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Pikiran Rakyat, Kamis 17 April 2003
Sore ini
aku telah duduk kembali di sebuah kursi depan taman kota
tempat burung-burung bercengkerama dengan daun-daun dan manusia
dua puluh meter dari bangunan yang akan menyaksikan kematian, mungkin juga kelahiranku
kembali
dari rahim buku-buku
sebelas bulan mendatang.
Pojok Kanayakan
Posted in Puisi , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Pucuk bambu sentuh biru
Tak terbatas di dadaku
Percik air berkeriap
Melembabkan pojok-pojok hati
Terbangkanlah angin
Pucuk daun segar
Ke permukaan danau sunyi
Yang terlindungi dari segala prasangka
Ketulusan hati mengalirlah cepat
dan mewarnai segala hasrat
yang hampir saja memenjara
Langkahku
