Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)
Arti Kebebasan
Posted in Kolom , 3 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 26 Mei 2003
Pinggiran kota Sydney, Australia, Mei 2003. Sore itu, setelah hujan tengah musim gugur. Udara amat dingin. Tidak ada keributan apa pun, selain bunyi pencuci pakaian yang sedang bekerja. Lampu penginapan hidup, lalu mati, lalu hidup lagi, seakan membiarkan setiap penghuni yang sedang mencuci baju menafsirkan sendiri: apakah bola lampunya sudah soak dan minta diganti, atau memang begitulah salah satu tabiat lampu di negara maju.
Konser Anak Ajaib
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 16 Juni 2003
Beberapa hari lalu saya menonton konser yang disiarkan secara langsung oleh SCTV. Konser itu disiarkan pada jam tayang prima, karena maskotnya memang bintang anak-anak: Joshua. Joshua memang bukan anak kecil lagi, tetapi suaranya masih belum berubah, dengan kelantangan dan kejernihan khas suara anak-anak, dengan aksen Jawanya yang kental. Aransemen musiknya cantik. Lagu-lagunya pun relatif bebas dari “esek-esek”. Para penari latarnya tampak punya kelenturan gestur yang tidak main-main.
Nasionalisme
Posted in Kolom , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 23 Juni 2003
Beberapa mahasiswa tingkat doktoral (S3) terbaik yang pernah saya temui dan hingga kini masih menyelesaikan studinya di beberapa perguruan tinggi terkemuka di luar negeri, saya kira pernah mendiskusikan kemungkinan diambilnya sebuah sikap individual yang sesungguhnya agak tabu di hadapan kaca mata nasionalisme tradisional.
Surat Terbuka Untuk Anakku
Posted in Kolom , 5 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 14 Juli 2003
Izinkan kali ini saya menulis surat tidak kepada presiden, calon presiden atau anggota parlemen, tetapi kepada salah satu penguasa hati saya saja, yakni: anak saya. Juga, bagi anak-anak lain, dan semoga juga Anda dan diri saya sendiri, yang selalu merindukan ketulusan kanak-kanak agar selalu bersemayam di dasar hati.
Ketika Pertanyaan Sudah Terjawab
Posted in Kolom , comments closedMiranda Risang Ayu
Resonasi, Republika, Senin
Jalan Merdeka Bandung selalu ramai, apalagi menjelang petang. Jalan itu memang lebar, hingga bisa menampung empat jalur kendaraan yang leluasa melaju. Jalur itu sering bertambah dengan angkot dan taksi yang berhenti di depan mal terbesar yang memang berlokasi di salah satu sisi jalan itu. Toko buku dan makanan pun bertebaran di seberangnya.
Selamat Lebaran
Posted in Kolom , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, Senin, 09 Desember 2002
Akhirnya bulan pembakar dosa itu usai juga. 1 Syawal seyogianya menjadi puncak kebahagiaan lahir dan batin karena seorang muslim baru melewati peperangan terbesar yang biasanya paling dihindari, yakni peperangan melawan diri sendiri. Karenanya, selamat berbahagia, dan maafkan saya.
Yang Edan
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, Senin 18 Agustus 2003
Ruang itu panas dalam arti yang sesungguhnya. Kelas dimulai ketika sinar matahari tropika sedang mencapai puncaknya, dan kelas itu adalah kelas hak asasi manusia, yang dilangsungkan pada saat bom di Hotel Marriott, Jakarta, baru meledak dan putusan hukuman mati atas terpidana kasus bom Bali 2002, Amrozi, baru dijatuhkan.
