Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(More...)
Australia, 2002
Posted in Puisi , trackbackMiranda Risang Ayu
Pikiran Rakyat, Kamis 17 April 2003
Sore ini
aku telah duduk kembali di sebuah kursi depan taman kota
tempat burung-burung bercengkerama dengan daun-daun dan manusia
dua puluh meter dari bangunan yang akan menyaksikan kematian, mungkin juga kelahiranku
kembali
dari rahim buku-buku
sebelas bulan mendatang.
Entah hasil persetubuhan siapa ini;
mungkin sore musim gugur yang kesepian
telah terlalu lama merapat dengan lembabnya udara tropika
Atau kecemasan sebuah benua di ujung dunia
yang ternyata cuma bisa ditawarkan
oleh genggaman jemari perempuan berkulit coklat
yang semula akan ia perkosa.
Australia dan Indonesia ;
maafkan aku sebentar tidak ingin perduli
Apa kalian ini sejoli
sedang menikmati cinta atau
saling berdusta
Dua tahun lalu
pertama kali kuinjakkan kakiku di tanah coklat tua ini
Jembatan terpanjang sebenua
biru langit yang bersih
dan semua mimpi tentang
kemajuan yang dapat tersentuh langsung oleh jariku
sudah cukup untuk membuatku
menyiksa diri
dengan peluh, sakit dan keluh-kesah
hanya untuk kembali
kepada sebuah kota
yang betapa indahnya.
Kota
Yang ternyata bukan sumber cahaya
Kulihat ada orang-orang tua mengomel di sudut jalan
ada perempuan malang yang kesepian di halte kosong
dan ada seorang pemabuk yang bergelimang bau busuk
tertidur di emperan
Ada beberapa serpih kertas tertinggal mobil penyapu jalan
ada abu-abu di langit biru menjelang malam
dan ada sisa kepedihan
ini jauh di dalam
Tetapi, kudengar langkah kakiku berkeletak
seperti langkah kaki
orang-orang berkulit pucat itu juga
Maka kulihat
selembar daun jatuh
menyentuh
permukaan
kolam
tanah ini
ternyata begitu biasa
tetapi aku
mengenalnya.
Sydney City, 22/1/2002

Comments»
blog memang beda.
bandung memang inspiratif.