Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(More...)
About
Posted in KolomPojok Kanayakan
Pojok Kanayakan, nama situs ini, diambil dari judul sebuah puisi yang ditulis oleh Miranda Risang Ayu (MRA), seperti tercantum di side bar sebelah kanan. Situs ini menyajikan tulisan-tulisan MRA yang telah dimuat/diterbitkan di berbagai media cetak maupun online. Juga menyajikan tulisan atau liputan media mengenai MRA dan aktifitasnya.
Tulisan-tulisan tersebut di-posting di situs ini secara acak, tidak berdasarkan urutan tertentu, seperti urutan tanggal dimuat di media atau urutan lainnya. Sumber dari tulisan-tulisan tersebut sedapat mungkin akan dicantumkan. Hak cipta tulisan-tulisan tersebut berada di tangan MRA dan/atau penerbit media bersangkutan.
Jika berkenan, pembaca dapat memberikan komentar di setiap artikel yang diposting di situs ini. Kami berhak untuk menyetujui atau menolak komentar Anda berdasarkan penilaian kami. Mencantumkan alamat email yang tidak benar adalah salah satu penyebab penolakan komentar anda.
Terima kasih buat Kang Mukti Mukti yang telah memberikan sebuah hadiah yang tak ternilai, yaitu file mp3 lagu Pojok Kanayakan. Lagu tersebut diambil dari albumnya, Konser Musik Cinta Mukti-mukti 1996 Episode: Syair Miranda Risang Ayu (live) di Aula Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung. Mukti Mukti & Dian Widiawati (vocal), Willy (harmonika), Heri Udo (lead-gitar), Mufid (piano), Iwan Aminor (konga), Erfan Zainuri (bass).
*****

Comments»
atas nama Cinta
ku kan mulai bicara
tentang sgala yang kurasa
skali ini saja…
semula saya kira
ada yang hilang dalam dada
t’tapi memang ternyata
Pojok Kanayakan itu ada….
thx ya…
pojok kanayakan ya.. yaa… tempatnya bener2 mojok setelah melewati jalan menurun dan kemudian menanjak dan adem … dikitari pohon bambu…. masih boleh mampir ya kesana paling engga saya bakal sering mampir kesini
Akhirnya… saya temukan juga pojok Mbak Miranda… seneeeeeeng… banget… pojok kanayakan… pojok kedamaian…
I ve been her admirer: her brightness, thought, writing and beuty.
Very happy found this site…
Dulu saya kuliah di Fakultas Hukum UNPAD, tapi saya tidak mengenal mbak Miranda secara personal. Saya tidak pernah diajar sama Mbak Miranda. Saya hanya kenal mbak Miranda sebagai dosen Hukum Tata Negara, seniman, dan penulis. Saya senang ada ada Pojok Kanayakan, tempat mengenal Mbak Miranda lebih dekat dan tempat berkontemplasi persoalan hidup dan kehidupan. Terima kasih.
Saya baru buka buku yang lama tersimpan, judulnya permata rumah kita. Sebagai ibu muda dengan anak balita, rasanya saya jadi termotivasi lagi, meski untuk hal-hal kecil (sayang bukunya yang terdahulu hilang dipinjam teman). I might say, tulisan mbak Miranda as a mom is sooo deep, smart, and powerfull. Kadang, saya takjub mengapa hal kecil bisa menjadi hebat di tangannya. Semoga semangat yang tercermin di tulisan-tulisan mbak MIranda tetap terpelihara hingga sekarang.
Selamat Ulang Tahun ya Mbak Miranda, rahmat Allah selalu menyertaimu..
Hmm, apa ini Mbak yang jadi presenter acara tasawuf di anteve dulu?
Kapan-kapan kalo diadakan pertemuan antar penggemar Mbak Miranda, kayaknya seru… tapi lebih seru lagi kalo Mbak Mirandanya juga ada. I really wanna see her… Sayang, beliau belum pulang ke indonesia.
Buku-buku mbak Miranda adalah buku yang saya baca lebih dari sepuluh kali, dan setiap kali saya baca, selalu ada makna baru yang saya dapat. Kedalaman makna yang beliau sampaikan dalam setiap untaian kata membuat saya tidak bosan untuk terus membaca karyanya. Untaian kata yang senantiasa mengingatkan saya untuk tidak berputus asa dalam menjalani hidup, tidak bosan untuk belajar menyikapi setiap kejadian dengan bijak, untuk tetap bersabar mengumpulkan begitu banyak hikmah yang tersebar di muka bumi.
Tuhan aku hanya ingin engkau mampukan memahami kehendakMu agar hadirku mampu sabar dan syukur dalam hidup… Mbak Miranda masih teringat “smoga hadirmu hangat oleh namanya”
Wuihh senengnya ada orbek yg mampir ke SB ku… Mbak Miranda, puisinya bagus2 loh… hihihi… moga2 suatu hari bisa ketemu in person…
Apa gak salah tuh. Pojok kanayakan itu bukan sekadar sebuah puisi, tapi sebuah kotemplasi. Saya jadi ingat sebuah kisah di kanayakan… he, he, he.
Dharono
dalam tulisanmu kutemukan kesederhanaan dan kejujuran.
dalam puisi kurasakan kelembutan dan getar keindahan.
subhanallah …
ini sepenggal ungkapan sebagai apresiasi dan silaturahmi
semoga Allah selalu meridhai.
Kesederhanaan
Kesederhanaan adalah sumber kekuatan.
dia menundukkan tanpa kerusakan
Kesederhanaan adalah sumbu keteraturan.
dia bergerak sesuai sesuai aturan
Kesederhanaan adalah tali kepatuhan.
dia menjadi kendali prilaku dan tindakan
Kesederhanaan adalah jiwa keindahan.
dia menumbuhkan inspirasi dan renungan
Kesederhanaan adalah contoh tauladan.
dia menjadi kepribadian insan pilihan
Kesederhanaan adalah inti kejujuran.
dia bersahaja dan selalu konsisten
Kesederhanaan adalah kunci jawaban.
dia mengatasi permasalahan tanpa kerumitan
Kesederhanaan adalah lubuk ketulusan.
dia memberikan cinta dan pengorbanan
Kesederhanaan adalah puncak kesempurnaan.
dia takkan teraih tanpa ujian
Kesederhanaan adalah jalan pembebasan
dia menuntun keluar dari belenggu kedzaliman
Kesederhanaan adalah hakikat kebijaksanaan.
dia adalah hadiah dari sisi Tuhan
Jakarta, 2 Mei 2006.
Assalamu’alaikum Mbak Mir….
How r U…?
I miss U much much much…..
Semoga di antara kerinduan ini
kita masih bisa selalu bertutur sapa
…..
lho, ini blog yg bikin fansnya miranda lho. bukan mirandanya sendiri …
wah..jalan2 cari teman..nyatanya dapat intan..boleh dong saya link blog ini..tapi bagusan, pojok-kanayakan atau miranda rising a. y
Pucuk bambu sentuh biru
Tak terbatas di dadaku
Percik air berkeriap
Melembabkan pojok-pojok hati
Halo mukti-mukti, sesuai janjiku di CCF, aku akan membuka pojok kanayakan seperti yang engkau minta. Ya hari ini aku buka sembari salah kata pencarian di awalnya, tapi akhirnya ketemu juga. Aku memencet play button, ya Tuhan semua kenangan seperti di rewind ya. Karena engkau adalah fans berat MRA, sampaikan salamku untuk beliau, aku akan kirim antologi puisi terbaruku “Dongeng untuk Poppy” yang diterbitkan Bentang-Mizan (April 2007) dan musikalisasi puisi tersebut 30 menit yang kamu buat (tentu saja ha2) untuk beliau. Kata Sapardi Djoko Damono, “waktu fana, kita abadi.”
Sahabat Lama Pojok Kanayakan
M. Fadjroel Rachman
Bung Fadjroel,
Jadi ingat kenangan lama di Dago Pojok nich. Memang kawasan ini sumber impirasi buat banyak orang rupanya.
Salam dari Jepun,
Farhan
Aku senantiasa menanti tulisanmu……
Salam dari Kanayakan……
Awalnya saya senang banget ketemu blog nya Miranda, dah kebayang mau curhat2an tapi ternyata ini bukan situs pribadinya MRA, tapi gpp lah daripada tidak mengenal MRA dari dekat
MRA is my inspiration
Saya ikutan ya. barangkali saya perlu mengenalkan diri. Saya ahmad, pekerja indonesia di saudi arabia. istilah umumnya sebagai tki. Tapi alhamdulillah, saya bisa menikmati tulisan-tulisan orang indo, termasuk mba Miranda. Saya suka sekali mengambil kata-kata yang berada pada lekukan tertentu, seperti”ingin berbalik untuk menyumpal mulutnya”. jadi kata “menyumpal” ini sangat pas pada kalimat tersebut. jujur saja, meski orang indonesia, saya masih belajar budaya sendiri. Tapi memang segala sesuatu, perlu proses lewat belajar. Salam dari tki dan teman-teman tki buat orang-orang indo.
Dear Ibu atau Mbak,
Tidak ada sesuatu kebetulan…itu yang saya percayai berdasarkan pengalaman2 hidup selama ini.
Sebelumnya saya tahu nama Mbak dari beberapa kawan dan senior sekitar kurun waktu 98-99, yang pada suatu kesempatan di unpad atau dago tea hosue atau CCF (saya lupa diantara dua tempat yang saya sebutkan terakhir), melihat Mbak membacakan puisi.
Baru sekitar tahun 2007 (saya lupa tepatnya bulan apa)…saya melihat nama Mbak tercantum sebagai pengajar suatu mata kuliah di kls sore (saya mahasiswa kls sore)
Saya pikir…Ibu Miranda telah kembali ke Unpad…, yang saya tahu sebelumnya kalau Mbak lagi melanjutkan study di Aus. Tapi saya lupa lagi,..yang mana ya?)
Ternyata…kepenasaranan saya segera terjawab dengan sendirinya ketika tak lama sesudah itu, saya di e-learning, saya melihat seseorang masuk, menghampiri operator dan menyebutkan sebuah nama yang selama ini saya penasaran terhadapnya, yaitu nama “Miranda”…
Tidak ada sesuatu kebetulan.
Saya ingin sekali belajar banyak sama Mbak, semoga Mbak tidak keberatan.
Thanks in advance for your kind attention
Regards,
Diana S