Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(More...)
Indikasi Asal bagi Kekayaan Adat
Posted in Opini , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Humaniora, Kompas, Sabtu, 25 Oktober 2008
Cerita dari Jahab
Akhir tahun 2005. Seorang pemangku Adat masyarakat Dayak Benuaq di Jahab, Kalimantan Timur, menuturkan sebuah cerita sakral, bahwa bagi mereka, kayu-kayu hutan Kalimantan ternyata adalah leluhur dan tetangga yang harus selalu diperlakukan dengan hormat.
Jihad Bagi Irak?
Posted in Kolom , add a commentMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 14 April 2003
Spirit artinya semangat atau ghirah. Jadi, jika Anda dan saya betul-betul spiritualis, Anda dan saya seyogianya adalah orang-orang yang punya semangat atau ghirah yang tinggi juga, apalagi dalam membela sesama Muslim yang teraniaya.
Mencintai
Posted in Kolom , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 12 Mei 2003
“… Nothing can come from nothing,” tulis Jostein Gaarder dalam salah satu novel filsafatnya yang terkenal. Tidak ada memang, yang dapat datang dari ketiadaan. Sesuatu seharusnya ada sebabnya. Cinta pun, harus ada alasannya.
Menghikmati Perbedaan
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 19 Mei 2003
Gerimis turun seperti tirai dan suhu sore itu berkisar antara 13 dan 17 derajat Celcius. Wajah lelaki pucat. Badannya kecil kurus. Kakinya bersandal tua dan berbalut kaos kaki wol putih yang sudah berubah warna, seperti seorang yang sakit demam dan tidak sembuh-sembuh. Tangannya tampak mengaduk-aduk sesuatu di dalam sebuah drum bekas minyak yang berisi abu dan sebongkah kayu yang sedang dibakar.
Arti Kebebasan
Posted in Kolom , 3 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 26 Mei 2003
Pinggiran kota Sydney, Australia, Mei 2003. Sore itu, setelah hujan tengah musim gugur. Udara amat dingin. Tidak ada keributan apa pun, selain bunyi pencuci pakaian yang sedang bekerja. Lampu penginapan hidup, lalu mati, lalu hidup lagi, seakan membiarkan setiap penghuni yang sedang mencuci baju menafsirkan sendiri: apakah bola lampunya sudah soak dan minta diganti, atau memang begitulah salah satu tabiat lampu di negara maju.
Konser Anak Ajaib
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 16 Juni 2003
Beberapa hari lalu saya menonton konser yang disiarkan secara langsung oleh SCTV. Konser itu disiarkan pada jam tayang prima, karena maskotnya memang bintang anak-anak: Joshua. Joshua memang bukan anak kecil lagi, tetapi suaranya masih belum berubah, dengan kelantangan dan kejernihan khas suara anak-anak, dengan aksen Jawanya yang kental. Aransemen musiknya cantik. Lagu-lagunya pun relatif bebas dari “esek-esek”. Para penari latarnya tampak punya kelenturan gestur yang tidak main-main.
Nasionalisme
Posted in Kolom , 2 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, 23 Juni 2003
Beberapa mahasiswa tingkat doktoral (S3) terbaik yang pernah saya temui dan hingga kini masih menyelesaikan studinya di beberapa perguruan tinggi terkemuka di luar negeri, saya kira pernah mendiskusikan kemungkinan diambilnya sebuah sikap individual yang sesungguhnya agak tabu di hadapan kaca mata nasionalisme tradisional.
