jump to navigation

Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!

Mencari Senyum Tuhan
Catatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah


Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)

Generasi Tanpa Kampung Halaman

Posted in Kolom , add a comment

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 21 April 2003

Suatu kali, dalam sebuah rapat yang kasual dengan teh manis, kacang, dan ubi rebus di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, beberapa guru besar sastra berbincang tentang isi Rancangan Undang-Undang Kebahasaan.

Seperti laiknya pertemuan para pakar bahasa, situasi informal dalam rapat itu tetap berisi lintas pendapat yang berbobot, yang dikemukakan dalam bahasa lisan Indonesia yang baik, sopan, dan benar. Ketika tengah memperbincangkan bahasa Indonesia sebagai fenomena sejarah, budaya, dan politik, seorang ahli yang sudah sepuh mengemukakan pendapatnya tentang sebuah fenomena baru.

(more…)

Yang Muda

Posted in Kolom , add a comment

Miranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, 15 Desember 2003

Saya masih ingat wajah lelaki muda itu, yang dengan ringan menyodorkan kartu namanya. Tampak muka, kartu nama itu kartu nama biasa. Tetapi, jika kartu nama itu dibalik, tampak gambar seorang lelaki gondrong telanjang bulat yang memiliki sayap sekaligus menjuntai alat vitalnya.

(more…)

Totoro

Posted in Kolom , add a comment

Miranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, Senin 17 Nopember 2003

Anak tertua saya yang sudah mulai memasuki usia pra remaja minta izin untuk bermalam di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Rupanya ia telah mulai menemukan kegelisahannya sebagai seorang manusia muda, yang mendambakan persahabatan esensial dengan dirinya sendiri.

(more…)

Kekerasan Yang Layak

Posted in Kolom , add a comment

Miranda Risang Ayu
Kolom Resonansi, Republika, Senin, 13 Oktober 2003

Meskipun menjadi mahasiswa tidak bisa dinikmati oleh setiap orang, mahasiswa bukan satu-satunya kelompok elitis di dunia ini yang dipastikan bakal meraih masa depan yang cemerlang. Banyak orang muda yang inovatif, optimis, dan tekun, dapat sukses tanpa harus menjadi mahasiswa. Dan, sebaliknya, banyak mahasiswa yang kemudian menjadi pengangguran terselubung setelah topi wisuda bertengger di kepalanya.Dua mahasiswa datang sore itu. Mereka pandai. Tetapi, mereka tetap orang biasa. Kekhususannya hanya, kedua mahasiswa itu adalah mahasiswa senior yang bertugas mengorganisasi program penyesuaian mahasiswa baru selama 1,5 bulan pertama masa perkuliahan.

(more…)