Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!
Mencari Senyum TuhanCatatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah
Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)
Berpikir
Posted in Kolom , 3 commentsMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 5 Mei 2003
“Tahukah Anda, mengapa hanya sedikit perusahaan yang dapat menerangkan dengan jelas etika perusahaannya, seperti: profesionalitas, independensi, transparansi, kejujuran, dan loyalitas, serta mengoperasikan perusahaannya menurut etika tersebut?”
Tanya doktor filsafat berambut pirang itu dengan serius. Para peserta forum pelatihan singkat hak asasi manusia (HAM) itu tercekat. Suasana musim gugur khas Australia di luar jendela membuat suasana semakin pucat.
Kisah Jinnat Ara
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 04 Maret 2002
Menyitir ucapan Muhammad Zuhri, konon, beberapa penghulu tasawuf pernah memaknai kecemasan dengan definisi yang unik, yakni sebagai khayalan dari khayalan orang-orang yang berkhayal. Jika diyakini bahwa perbuatan berkhayal hakekatnya tidak produktif, produk dari kegiatan berkhayal itu, yakni khayalan, sudah tentu adalah kesia-siaan atau nonsens, betapa pun indahnya rupa khayalan itu di hadapan kesadaran.
Lucunya, khayalan yang terlalu diakrabi seringkali beranak-pinak lagi dalam kesadaran orang yang berkhayal itu, yakni menjadi serangkaian khayalan atau turunan nonsens lain, yang disebut kekhawatiran. Jadi, kekhawatiran itu sesungguhnya amat tidak produktif, setidaknya, bagi pengkhayalnya sendiri. Khayalan, termasuk kekhawatiran, menjauhkan pelakunya dari realitas yag sesungguhnya.
Kisah Seorang Ibu Muslim
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 16 Desember 2002
Majalah Sydneys Child itu datang lagi. Majalah itu diterima cuma-cuma oleh semua murid sebagian sekolah dasar di negara bagian New South Wales, Australia setiap bulan. Biasanya, saya hanya membaca majalah berukuran A3 dengan kover berwarna itu sambil lalu saja. Karena pembacanya adalah para orang tua murid setempat yang sebagian besar adalah orang Australia, hampir bisa dipastikan, nilainya amat bernuansa Barat.
Mencari Kebahagiaan
Posted in Kolom , 1 comment so farMiranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin 2 September 2002
Saya ingin berdiri di Bunderan Hotel Indonesia atau Kuningan, dan bertanya secara spontan kepada para pemilik kendaraan mewah yang melintas di sana dengan serta-merta, “Apakah Anda bahagia?” Kemungkinan besar, kebanyakan dari mereka akan terlongong. Menjawab pertanyaan itu tampaknya tidak semudah menjawab pertanyaan, “Apakah Anda lapar?” atau, “Apakah Anda senang?”
