jump to navigation

Telah Terbit, Buku Baru Miranda Risang Ayu!

Mencari Senyum Tuhan
Catatan Hati Muslimah Pendamba Rida Allah


Penulis: Miranda Risang Ayu
Penerbit Zaman, Cetakan 1, Tahun 2008
ISBN: 978-979-024-0055-1
Jumlah halaman: 186
(more...)

Sebuah Cerita Tentang Cinta

Posted in Kolom , 2 comments

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 30 Desember 2002

Satu hari sebelum meninggalkan Sydney, Australia, saya sempat dibuat tertawa oleh sebuah advertensi besar baru di atas sebuah pencakar langit di jantung kota itu. Advertensi itu memuat potret seorang perempuan cantik berbikini bendera Amerika yang sedang memegang senjata. Di advertensi itu termuat tulisan yang kira-kira berarti, ” … Amerika itu gila senjata atau memang sudah gila?”

(more…)

Jika Tuhan Bersenda Gurau

Posted in Kolom , add a comment

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 03 September 2001

Anda sedang jatuh cinta? Selamat. Mungkin, dedaunan tiba-tiba lebih hijau dari biasanya. Atau, tanpa sadar, diri Anda menjadi lebih bersinar. Jatuh cinta yang baik, khabarnya, membuat seseorang menjadi lebih hidup, lebih bersemangat, bahkan juga, lebih pengasih, lebih mudah memaafkan, dan lebih tegar menghadapi masalah. Seorang mahasiswi yang tengah jatuh cinta bahkan pernah merasa bahwa pepohonan rimbun menuju kampusnya, yang ia lewati belasan kali dalam seminggu, dengan motor, kepadatan jadwal, dan kebisuan yang sama, tiba-tiba mengirimkan tasbih, yang bergemuruh bersama desir angin.

(more…)

Tarian Inul

Posted in Kolom , 1 comment so far

Miranda Risang Ayu
Resonansi, Republika, Senin, 24 Maret 2003

Seorang ahli seni tari menyatakan bahwa tarian adalah wujud tiga dimensi dari musik. Zikir itu sendiri tentu terlalu luhur dan dalam untuk dikategorikan sebagai musik. Namun, ketika zikir itu dilantunkan dalam harmoni repetitif (pengulangan) oleh sang pezikir, ia pun dimusikkan.

(more…)

Doa Sunyi

Posted in Puisi , 3 comments

Miranda Risang Ayu
Sumber: Situs Pengajian Akhwat KPII, Sydney

Dan kumasuki malam, ya Tuhan
Ketika siang hari aku harus mulai berjalan
berjubah celaan orang-orang
dan siang hari aku harus mulai terlelap
berselimut sisa-sisa air mata

(more…)